Posted on

^ Pendidikan Indonesia Sekarang Dan Mendatang – Sudah Saatnya Beranjak Maju ^

– POTRET Pendidikan Indonesia sekarang dan mendatang –

Punyakah makna penting dari Ujian Nasional tersebut ?
Mampu dikatakan sangat penting untuk mengukur kemampuan bagi pelajar tersebut. Setiap akan mengalami kemajuan pasti diperlukan ujian. Meskipun selama ini banyak pro dan kontra tentang ujian nasional, namun cara tersebut masih sangat relevan selain penilaian dari sekolah dimana pelajar tersebut sekolah.

Permasalahan sekarang adalah, bila di tinjau dari internal pelajar sendiri apakah mereka sudah siap untuk menghadapi ujian atau tidak ? Bila mereka bicara tidak, selama 3 tahun mereka ngapain aja ? Banyak hal yang bisa dilakukan dalam menghadapi ujian, diantaranya dengan penetapan schedul dalam belajar. Penataan belajar yang sistematis dan pelaksanaan belajar secara kontinue pasti akan memberikan hasil atas jerih susahnya. Namun bila hanya sekedar datang ke sekolah tanpa persiapan & belajar dulu dari rumah maka malapetaka akibat Ujian Nasional akan terwujud. Artinya tidak lulus karena proses belajar selama tiga tahun tidak memberikan hasil.

Belum lagi bila di tinjau dari pihak eksternal yaitu kelengkapan sarpra sekolah dan guru. Ini juga akan memberikan kontribusi bagi siswanya. Jika masih ada guru yang tidak mampu menjadi guru sebagai asah, asih dan asuh untuk muridnya otomatis menjadi malapetaka bagi siswanya. Pengembangan pola belajar yang diberikan oleh guru jelas akan memberikan keyakinan bagi muridnya dalam menghadapi ujian nasional nanti. Dengan dana 20% dari APBN seharusnya sudah menjadikan pendidikan di Indonesia beranjak menjadi lebih berarti. Gunakan dana itu benarbenar untuk kemajuan pendidikan. Dari semua lini harus controll. Demi kemajuan pendidikan Indonesia.

Ini menjadi permasalah bersama antara sekolah, guru dan masyarakat. Bukan kemudian ketika orang tua mendaftarkan anaknya di salah satu sekolah kemudian tidak peduli terhadap anaknya dan rasa apatis lainnya. Apalagi sekarang ini, semua lini pendidika dari SD sampai SMA tidak dipungut biaya (khusus negeri). Ketika masih bayar saja orang tua merasa cuek terhadap anaknya, apalagi nanti bila gratis ? Selama ini orang tua datang ke sekolah dengan terpaksa hanya kalau ada masalah tentang anaknya. Bahkan diundang datang ke sekolah di akhir semester pun kadang kala hanya mengutus (maaf) pembantunya, bahkan ada yang nyomot bawa orang untuk mewakili orang tua disekolah yang tidak ada kaitannya. Menyedihkan bukan….?

Sudah saatnya bahwa pendidikan Indonesia harus beranjak untuk maju sesuai dengan meambatnya waktu demi waktu. Bersatu padu antara sekolah, guru, pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan dalam memajukan pendidikan masa depan bangsa. Bangkitlah pendidikan Indonesia.

About pakpakstudent

"bage ate mo rejkki, bage tennah mo no sodip" "rimo mungkur rimo kjaren...kene si mbue ukur kami mahan ajaren" "kita berpikir untuk bertindak, kita bertindak karena ada"